Apa itu “Angin Duduk”?

Apa itu “Angin Duduk”?
Apa itu “Angin Duduk”?

Istilah penyakit “Angin Duduk” di Indonesia ini seringkali kita dengar. Apa sih “Angin Duduk” itu? ’. “Angin Duduk” ini sebenarnya tidak ada di dalam istilah kedokteran. Kemungkinan besar “Angin Duduk” yang dimaksud oleh masyarakat kita adalah serangan jantung atau disebut dengan sindroma koroner akut. Jadi gejalanya adalah angina vectoris atau nyeri dada yang rasanya seperti tertusuk atau seperti tertekan di bagian dada, lalu menjalar ke bagian lengan, punggung, leher, bahkan sampai ke rahang. Dan penderita biasanya mengalami pusing, mual, badan lemas, kaki lemas, dan bahkan jika parah, bisa sampai pingsan. Gejala ini sangat khas. Dan biasanya nyerinya cukup lama, sekitar kurang lebih 20 menit.

“Lalu, mengapa mereka yang mengalami serangan jantung bisa meninggal tiba-tiba? ” Jantung itu berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh, dimana darah itu mengangkut oksigen dan nutrisi. Otot jantung sendiri membutuhkan suplai oksigen yang berasal dari arteri atau pembuluh darah koroner. Dimana seiring bertambahnya usia kita, dengan pola makan kita yang tidak baik, juga aktivitas fisik kita yang kurang, maka akan terjadi penumpukan plak, atau kita sebut dengan aterosklerosis, dimana elastisitas pembuluh darah mulai berkurang (mulai memburuk). Dan akhirnya mengalami penyumbatan sedikit demi sedikit, atau bisa disebut dengan ongoing process ke arah penyakit jantung koroner. Tetapi, belum menunjukkan gejala. Pada saat terjadi nyeri dada, sebenarnya disitu terjadi penyumbatan pada arteri atau pembuluh darah koroner. Akhirnya, otot jantung tersebut tidak mendapatkan suplai oksigen sehingga akan mengalami nyeri yang sering kita sebut angina atau yang masyarakat kita sebut dengan “Angin Duduk”’. Sebenarnya proses penyumbatan ini terjadi dalam jangka waktu yang lama. Tetapi puncaknya itu terjadi secara tiba-tiba. Dan jika tidak segera mendapat pertolongan, maka akan menyebabkan kematian. Karena jantung berfungsi untuk memompa darah yang berisi oksigen dan nutrisi. Jika jantung tidak dapat memompa darah, maka otak kita tidak akan mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi, sehingga dapat menyebabkan kematian.

Ada beberapa faktor resiko yang menyebakan pembuluh darah kita menyempit. Jadi, yang pertama adalah kolesterol. Kolesterol itu ada yang baik dan ada yang jahat. Bisa disebut dengan LDL atau Triglyceride untuk kolesterol jahat. Dimana jika jumlahnya berlebihan akan mengendap pada dinding pembuluh darah dan menyebabkan aterosklerosis. Lama-kelamaan, pembuluh darah kita akan menyempit. Kemudian, faktor berikutnya adalah diabetes. Dimana kadar gula yang terlalu tinggi di dalam darah juga dapat merusak dinding pembuluh darah kita. Kemudian yang ketiga adalah hipertensi atau darah tinggi. Tekanan darah yang terlalu tinggi juga tidak baik untuk pembuluh darah. Lalu faktor berikutnya adalah stress. Di saat stress, pembuluh darah kita akan mengalami “vasokonstriksi” atau mengecil. Kemudian, faktor resiko berikutnya adalah obesitas. Mereka yang mengalami kegemukan akan rentan untuk terserang penyakit jantung koroner dan serangan jantung, karena lemak yang berlebihan. Lalu merokok dan kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga. Olahraga yang dianjurkan disini adalah 3-5 kali seminggu. Dan lakukan olahraga yang sesuai dengan kondisi fisik anda dan sesuai dengan usia anda. Olahraga itu baik. Tetapi jika dilakukan berlebihan, juga dapat memicu serangan jantung. Jadi, jangan berolahraga yang terlalu ekstrim dan berlebihan. Kemudian faktor berikutnya adalah usia. Faktor usia ini tidak dapat kita lawan. Jadi, terdapat 2 faktor. Yang pertama itu dapat kita ubah, dan yang kedua tidak dapat kita ubah. Jadi, usia ini termasuk salah satu faktor yang tidak dapat kita ubah. Kemudian jenis kelamin. Menurut teori, pria lebih sering mengalami gejala angina atau “Angin Duduk” daripada wanita. Itu semua adalah faktor-faktor resikonya.

Bagaimana cara mencegah angina atau “Angin Duduk”?

Anda bisa mengikuti tips berikut ini. Yang pertama adalah mengkonsumsi makanan real food. Anda sangat disarankan untuk mengkonsumsi makanan real food yang tidak terlalu banyak diolah, mungkin digoreng dan sebagainya. Apalagi ditambahkan pengawet, pemanis dan perasa lainnya. Kemudian yang kedua, batasi jumlah konsumsi kalori harian anda. Jangan berlebihan. Dan bagi anda yang sudah obesitas atau kegemukan, berusahalah untuk menurunkan berat badan anda. Kemudian, hindari stress. Mengapa? Karena stress juga dapat memicu terjadinya serangan jantung. Dan ini tidak baik bagi sistem organ anda. Kemudian lakukanlah olahraga dengan teratur, 3 sampai 5 kali seminggu. Lakukanlah secara rutin. Bagi anda yang tidak pernah berolahraga sebelumnya, carilah guru olahraga atau mentor olahraga yang sesuai untuk anda. Jangan olahraga berlebihan. Kemudian bagi anda yang suka minum minuman alkohol/minum minuman keras, mulailah dikurangi. Karena hal ini juga tidak baik bagi kesehatan anda.

Lalu bagi anda yang memiliki faktor-faktor resiko yang sudah disebutkan tadi, misalnya darah tinggi, kemudian diabetes, Anda sangat disarankan untuk rutin melakukan check-up secara berkala. Dan kunjungilah dokter pribadi anda yang anda percayai. Konsultasilah dengan para ahlinya.

Semoga tips dan saran dalam artikel ini dapat bermanfaat untuk anda semua. Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, silahkan di-share kepada teman-teman anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: