Apa itu HAM (Hak Asasi Manusia)?

Hak Asasi Manusia HAM human rights
Hak Asasi Manusia (HAM) – Human Rights

Apa sih yang dimaksud dengan HAM atau Hak Asasi Manusia? Singkatnya Hak Asasi Manusia adalah hak yang melindungi semua orang, baik anak-anak maupun orang tua, orang miskin dan orang kaya, perempuan maupun laki-laki, pelajar dan guru, kelompok agama maupun kepercayaan, baik Islam, Kristen, Buddha, Non-believer, tentara bahkan juga tahanan penjara. Hak Asasi Manusialah yang menjadikan masyarakat adil dan setara.

Bagaimana munculnya HAM? semula hanya beberapa orang yang berkuasa dan terlahir dalam keberuntunganlah yang memiliki hak. Hingga tahun 539 SM Pasukan dari Cyrus the Great, raja pertama dari Persia kuno, menguasai kota Babilonia. Ia membebaskan para budak, menyatakan bahwasanya tiap-tiap orang memiliki hak untuk memilih agama mereka sendiri, dan menegakkan persamaan rasial. Dan seluruh hal tersebut dicatatkan pada sebuah silinder berbahasa Akadia dan menggunakan aksara Kuneiform yang berbentuk tabung dan terbuat dari tanah liat yang dipanggang bernama silinder cyrus.

Dari Babiolonia, gagasan dari hak asasi manusia menyebar begitu cepat ke India, Yunani dan akhirnya Roma. Ada sebuah konsep hukum alam yang muncul dari sebuah pengamatan bahwasanya orang-orang cenderung mengikuti hukum alam tertentu dalam perjalanan hidupnya dan hukum Romawi didasari gagasan rasional yang muncul dari sifat-safat alamiah. Dari hukum alam inilah maka timbul hak alamiah.

Berdasarkan pada Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia atau UDHR, Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat secara inheren di tiap-tiap individuuntuk melindungi tiap-tiap orang dari ancaman yang membahayakan dirinya bukan hak yang diberikan oleh negara. Maka dari itu HAM tersebut tidaklah bisa dirampas oleh siapa pun, termasuk negara.

Lalu apa yang membatasi HAM? Apa kah Hak Asasi Seseorang dibatasi oleh Hak Asasi orang lain? Banyak orang memberikan contoh HAM seseorang dibatasi oleh HAM orang lain dengan permisalan bahwasanya hak seseorang untuk membunuh orang lain dibatasi oleh hak hidup seseorang. Lantas apakah membunuh adalah suatu hak? Jelas saja tidak, membunuh adalah kesewenang-wenangan dari kebebasan yang dimiliki seseorang. Tentu bukan hak. Kebebasan tiap-tiap individu Warga Negara itu seharusnya dilindungi dan dijamin oleh negara. Namun HAM bisa dibatasi ketika adanya potensi ancaman terhadap keamanan negara,alasan ketertiban umum, kesehatan publik atau pun moral dengan menyediakan peraturan perundang-undangan untuk membatasinya.

Akan tetapi beberapa hak asasi manusia yang fundamental seperti hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak untuk tidak diperbudak dan hak untuk memilih kepercayaan dan hak atas kebebasan berpikir maupun berideologi, adalah hak yang tidak dapat diganggu gugat oleh negara dengan alasan apapun atau disebut non-derogable rights.

Di Indonesia sendiri kasus pelanggaran HAM telah beberapa kali terjadidan paling banyak terjadi di zaman orde baru yaitu era kepemimpinan Soeharto yang bahkan sampai saat ini kasus-kasusnya belum terselesaikan. Di antaranya adalah- Kasus pembantaian orang-orang PKI dan simpatisannya pada tahun 1965. Tragedi Trisakti pada tahun 1998 yang menyebabkan matinya beberapa mahasiswa. Kasus pembunuhan aktivis Munir pada tahun 2004 di saat perjalanannya ke Belanda. Dan masih banyak lagi kasus pelanggaran HAM lainnya.

Pelanggaran HAM adalah pelanggaran terhadap nilai-nilai keadilan dan kesetaraan di masyarakat dan Pelanggaran terhadap nilai-nilai keadilan dan kesetaraan adalah akar dari segala permasalahan yang ada dalam suatu negara. Jangan ragu untuk menyuarakan suaramu apabila terjadi lagi pelanggaran HAM di sekitarmu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: