Maarten Paes tidak punya darah Indonesia kenapa bisa jadi pemain naturalisasi?
luar biasa Martin Paes, menahan gempuran menyelamatkan gawang timnas indonesia
Maarten Paes tidak memiliki nenek atau keturunan asal Indonesia. Proses naturalisasinya dilakukan tanpa adanya hubungan darah langsung dengan Indonesia. Paes dinaturalisasi berdasarkan kemampuannya sebagai pemain sepak bola yang memenuhi kebutuhan Timnas Indonesia serta melalui prosedur hukum yang diizinkan oleh FIFA dan pemerintah Indonesia.
Maarten Paes, seorang kiper keturunan Belanda, memiliki sisi kehidupan yang jarang diketahui publik. Salah satu aspek unik dari latar belakangnya adalah darah Indonesia yang ia warisi dari neneknya, yang berasal dari Kediri, Jawa Timur. Selain karir sepak bolanya, Paes sangat tertarik memperdalam budaya Indonesia, termasuk belajar bahasa Indonesia, terutama setelah dinaturalisasi menjadi WNI pada 2024. Meskipun dikenal sebagai kiper FC Dallas di MLS, sisi lain dari kehidupannya termasuk kegigihan dalam beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Maarten Paes, kiper FC Dallas asal Belanda yang kini berkewarganegaraan Indonesia, telah mencapai berbagai prestasi dalam karirnya. Di level klub, ia telah tampil lebih dari 100 kali di Major League Soccer (MLS) sejak bergabung dengan FC Dallas pada tahun 2022. Salah satu prestasi pentingnya adalah terpilih sebagai bagian dari MLS All-Star 2024, berkat performa konsisten dan catatan penyelamatan yang mengesankan. Ia juga membantu FC Dallas memenangkan Copa Tejas pada tahun 2024. Gajinya pada 2024 tercatat mencapai sekitar $325.000 per tahun, dengan total nilai kontrak yang membawanya hingga 2025, dan opsi perpanjangan hingga 2027. Sebelum bermain di MLS, Paes sempat bermain di Eredivisie bersama FC Utrecht, namun ia mendapatkan lebih banyak sorotan setelah pindah ke Amerika Serikat. Selain karir klub, Paes juga memulai debutnya di timnas Indonesia pada September 2024, setelah resmi menjadi warga negara Indonesia.
Maarten Paes disidangkan di CAS karena masalah kelayakannya bermain untuk Timnas Indonesia. Meskipun sudah menjadi warga negara Indonesia pada April 2024, Paes sebelumnya pernah bermain untuk tim U-21 Belanda. FIFA memiliki aturan ketat tentang perpindahan asosiasi pemain yang pernah tampil di level internasional, terutama terkait usia. Akibatnya, PSSI membawa kasus ini ke CAS untuk memastikan Paes bisa bermain bagi Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Setelah sidang, Paes dinyatakan memenuhi syarat.
Proses naturalisasi Maarten Paes untuk menjadi pemain Timnas Indonesia telah resmi diselesaikan pada 30 April 2024. Meskipun sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), Paes sempat menghadapi kendala terkait aturan FIFA, khususnya dalam perpindahan asosiasi. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa ia pernah bermain untuk tim junior Belanda. Namun, dengan bantuan PSSI, masalah tersebut telah diajukan ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS), dan kini ia sudah bisa membela Timnas Indonesia, termasuk dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Maarten Paes bisa menjadi pemain naturalisasi meskipun tidak memiliki darah Indonesia melalui proses legal yang disetujui oleh FIFA dan pemerintah Indonesia. FIFA memang mengizinkan pemain untuk dinaturalisasi oleh negara lain asalkan memenuhi kriteria tertentu, salah satunya adalah pemain tersebut harus tinggal di negara tersebut selama periode waktu tertentu (biasanya 5 tahun berturut-turut setelah usia 18 tahun), atau melalui pengecualian lain, seperti memiliki hubungan khusus dengan negara, meski bukan keturunan langsung.
Dalam kasus Maarten Paes, jika dia memenuhi syarat tinggal di Indonesia selama jangka waktu yang ditentukan atau ada peraturan khusus yang diterapkan oleh otoritas sepak bola Indonesia, dia bisa mendapatkan kewarganegaraan. Namun, tanpa darah keturunan Indonesia, proses naturalisasi biasanya memerlukan persetujuan dari badan sepak bola nasional serta otoritas terkait, termasuk persetujuan dari FIFA jika pemain tersebut ingin membela tim nasional.
Jika proses tersebut sesuai dengan peraturan FIFA, tidak ada masalah bagi pemain seperti Maarten Paes untuk dinaturalisasi dan membela tim nasional.
Maarten Paes bersedia menjadi pemain naturalisasi untuk Timnas Indonesia karena alasan karier dan peluang yang diberikan oleh PSSI. Paes melihat kesempatan bermain untuk Indonesia sebagai langkah maju dalam karier sepak bolanya di tingkat internasional, terutama karena persaingan untuk posisi kiper di tim nasional Belanda sangat ketat. Dengan bergabung ke Timnas Indonesia, Paes memiliki peluang lebih besar untuk tampil di kompetisi internasional dan membantu memperkuat lini pertahanan tim nasional.
PSSI memilih Maarten Paes untuk menjadi pemain naturalisasi karena kiper berusia 25 tahun ini memiliki pengalaman bermain di level kompetisi Eropa, terutama di Eredivisie dan MLS (Major League Soccer) bersama FC Dallas. Dengan pengalamannya di liga yang kompetitif, PSSI melihat Paes sebagai sosok yang dapat meningkatkan kualitas pertahanan Timnas Indonesia, khususnya di posisi penjaga gawang. Selain itu, Paes berada dalam usia produktif sebagai kiper, sehingga diharapkan bisa memberikan kontribusi signifikan dalam jangka panjang.
Syarat naturalisasi pemain di FIFA diatur dalam Pasal 7 Statuta FIFA dan fokus pada kelayakan pemain untuk membela tim nasional. Secara umum, pemain bisa dinaturalisasi dan bermain untuk tim nasional sebuah negara jika memenuhi syarat berikut:
1. Keturunan atau Hubungan Keluarga:
Pemain bisa bermain untuk tim nasional negara tertentu jika dia memiliki hubungan keluarga langsung dengan negara tersebut, seperti:
- Lahir di negara tersebut.
- Salah satu orang tua lahir di negara tersebut.
- Salah satu kakek-nenek lahir di negara tersebut.
2. Residensi (Masa Tinggal):
Jika seorang pemain tidak memiliki hubungan keluarga langsung dengan negara yang akan dinaturalisasinya, FIFA mensyaratkan periode tinggal minimum sebelum pemain tersebut bisa bermain untuk tim nasional negara baru:
- Pemain harus tinggal di negara tersebut minimal 5 tahun berturut-turut setelah usia 18 tahun.
3. Belum Pernah Bermain untuk Tim Nasional Lain:
Pemain tidak boleh sudah bermain dalam pertandingan resmi untuk tim nasional senior negara lain di tingkat FIFA, seperti pertandingan kualifikasi Piala Dunia atau kompetisi resmi lainnya. Jika pemain sudah bermain untuk tim nasional lain di kategori senior dalam pertandingan resmi, dia tidak bisa bermain untuk negara baru.
Namun, FIFA memiliki prosedur untuk mengajukan perubahan asosiasi jika pemain hanya bermain di tingkat junior atau dalam pertandingan yang tidak resmi di level senior.
4. Kewarganegaraan:
Pemain harus mendapatkan kewarganegaraan resmi dari negara yang diwakili. Proses kewarganegaraan ini harus sesuai dengan hukum dan aturan di negara tersebut.
5. Tidak Ada Manipulasi Kewarganegaraan:
FIFA juga melarang upaya manipulasi proses naturalisasi untuk keuntungan instan di olahraga. Oleh karena itu, kewarganegaraan harus diperoleh secara sah dan dengan maksud tinggal serta berkontribusi di negara tersebut, bukan hanya untuk bermain sepak bola.
Jadi, FIFA memungkinkan naturalisasi pemain dengan syarat pemain tersebut memiliki hubungan keluarga atau tinggal di negara yang akan diwakilinya untuk jangka waktu yang cukup lama (5 tahun setelah usia 18 tahun). Selain itu, pemain harus memiliki kewarganegaraan resmi dari negara tersebut dan belum bermain untuk tim nasional lain di pertandingan resmi.